Word for Today!

Monday, May 23, 2011

Just for Fun ^_^

RULES:
*put your iTunes, Windows Media Player, Realplayer etc. on shuffle.
*for each question, press the next button to get your answer.
*you must write that song name down NO MATTER HOW SILLY it sounds.
*put any comments in brackets after the song name.
*for best result,put in various song from various singer at least 50 songs

1. if someone says, "Will u marry me..." u say?
*Picture of you
(Don't mind it, I'm not that cruel..hoho)

2. how would u describe urself?
*What makes a man
(Yea, what have I done? what should I do next?)

3. what do u like in a girl / boy?
*Us against the world
(Ohh..no..I don't wanna against this world, so that's not..It can't be, Ok..)

4. how do u feel today?
*Trap
(Owhh...)

5. what is ur life's purpose?
*Perfection
(yes! must be perfect, hope so..haha)

6. what is ur motto?
*bingeul bingeul [round, round]
(Ouhhh~~dizzy mizzy~~haha)

7. what do ur friends think of u?
*Hope it's the dream that never sleep
(of course, always be by their side..hakhak...can be?? :p)

8. what do u think of ur parents?
*Baby
(Ouh~~!! haha..yea baby!!..hoho)

9. what do u think about very often?
*Love, love, love
(yea~yea~yea~~ where is the love?? ohooohooo)

10. what is some good advice for me?
*Listen to you
(huh, listen to who?? listen to kyu?? hahaha..shhhii..just listen to urself OK!)

11. what do u think of ur best fren?
*W
(what a nice and warming song..I dedicate this song to all my frens!! enjoy~!! ^^)

12. what do u think of the person u like?
*Why did I fall in love with you?
(wahh! Sooooo soooo true!!! that's its!!! what I'm thinking the most!! why did I fall in love with you??!!! why!!!!???huhuhu)

13. what is ur life story?
*In my dream
(hmm..it's really just in my dream...)

14. what do u want to be when u grow up?
*That man
(hmm..I wanna be 'like' that man..who??)

15. what do u think of when u see the person u like?
* Raise me up
(yes!! Raise me up and stand by me! I need you! wah! ehaha)

16. what will u dance at ur wedding?
*Love Ya
(Yea! Then I'll ask my future groom to practice this dance..make it perfect K..haha)

17. what will they play at ur funeral?
*It has to be you
(Adus, baca yasin la weih!! huhuhu)

18. what is ur hobby / interest?
*Taxi
(Ohoohoo..that's not! better use LRT...save budget! haha)

19. what is ur biggest fear?
*Confession
(yes! yes! It's really my fear...how can I do that??!! no way!!)

20. what is ur biggest secret?
*Magolpy
(-totally blank-??)

21. what do u think of ur friends?
*White lies
(oh hoo...is it? huhu)

22. what did u do last night?
*Don't love
(ye, ye, ye..not doing it....yet..haha)

23. how would u describe ur mom?
*People who make me sad
(Sad means, becoz I miss her sooo much!! Love you Ummi!!!)

24. what do people assume when then first look at me?
*Without word
(ahaahaa...without word, they just smile~~^^)

25. will I have a happy life?
*Lucifer
(Ouhhh!!! not a good ending~~=( ... )

feel free to do this. tQ

Just for Fun ^_^

RULES:
*put your iTunes, Windows Media Player, Realplayer etc. on shuffle.
*for each question, press the next button to get your answer.
*you must write that song name down NO MATTER HOW SILLY it sounds.
*put any comments in brackets after the song name.
*for best result,put in various song from various singer at least 50 songs

1. if someone says, "Will u marry me..." u say?
*Sutera Kasih
(Wah..ya..bila gerbang rahmat terbuka, menjelma cinta suci...sehalus dan selembut sutera kasih..uhuuu~~)

2. how would u describe urself?
*Layar Keinsafan
(Insaflah wahai diri..huhuhu)

3. what do u like in a girl / boy?
*Permata yang dicari
(Jika dia benar utk ku, dekatkan lah hatinya dengan hati ku..huuuhuu)

4. how do u feel today?
*ke makam bonda
(Da lama tak ziarah kubur ummi..InsyaAllah, raya mesti pergi..)

5. what is ur life's purpose?
*Kekasih
(Mencari cinta Kekasih yang utama..Allah SWT)

6. what is ur motto?
*Damai yang hilang
(apa kes pulak motto damai yang hilang..aduss)

7. what do ur friends think of u?
*Pemergianmu
(Aiseyy..aku hidup lagi la..huhuhu)

8. what do u think of ur parents?
*Permaidani
(Yea, orang2 yg paling aku hargai, memberi keselesaan dan kebahagiaan buat diri ini..)

9. what do u think about very often?
*Amani-Buat Wanita Solehah
(hmm..yea, itu harapanku, moga menjadi wanita yg solehah..aminn)

10. what is some good advice for me?
*Puteriku sayang
(Suka lagu ni..!! memang banyak nasihatnya..)

11. what do u think of ur best fren?
*Rabiatul adawiah
(Alhamdulillah..Moga menjadi temanku ke syurga juga..)

12. what do u think of the person u like?
*Ayah
(Ayah?? yela, moga bakal menjadi ayah yang terbaik utk anak2ku kelak..amin..hehe)

13. what is ur life story?
*Izin ku pergi
(aku nak gi mana???)

14. what do u want to be when u grow up?
*KeredhaanMu
(Ya, keredhaan Mu yang aku dambakan Ya Allah..walau bila dan dimana saja aku berada..)

15. what do u think of when u see the person u like?
* Tika dinihari
(Oppsstt...)

16. what will u dance at ur wedding?
*Impian kasih
(wahh..romantiknya..heheee)

17. what will they play at ur funeral?
*Di pondok kecil
(baca yasin laaaa~~!!!)

18. what is ur hobby / interest?
*Selamat tinggal ibuku
(Selamat tinggal ummi...T_T)

19. what is ur biggest fear?
*Kembali senyum
(aik, takkan nak senyum pun takut kot..haish)

20. what is ur biggest secret?
*Siti khadijah
(pe yg rahsianya?? huhu)

21. what do u think of ur friends?
*mahar cinta
(eih...lari sikit, kurang tepat..hehe)

22. what did u do last night?
*destinasi cinta
(owh..mungkin betul..huhu)

23. how would u describe ur mom?
*mencari cinta
(Ya!! aku cari cinta dan kasih sayang Ummi!! aku rindu belaian ummi!!)

24. what do people assume when they first look at me?
*Taubat seorang hamba
(wah bagus! insaf insaf..huhu..)

25. will I have a happy life?
*Cinta pertama
(Yup, betul!! hanya dengan cinta NYA aku akan bahagia!!)

feel free to do this. tQ

Thursday, May 19, 2011

그 사람…


애인 있어요 사람, 너무 소중해 꼭숨겨두 었죠 사람, 나만벌스있어요내는네 만버여요, 입슬에 영원이 거야가끔씩 차오르는 눈물만 알고 있죠 사람, 단지는알다가슴이 시리게 너만 사랑했아 행벅했었다

170511 : 11.28PM

Alhamdulillah, masih bernafas bersama nikmat Islam dan Iman…Alhamdulillah… hmm…why I feel lost… not missing something or left anything but it feels empty… Empty… hmm~~ wait... Remember something…sometimes, we ask our self, “why I’m doing this? Why I’m like this??” Have we thought bout this before? From where all those questions came? It’s from the bottom of your heart, it’s what we called ‘Iman’…
from a chaste heart…

"keinsafan itu datangnya dari iman...iman itu hadir dengan hidayah..hidayah itu adalah hadiah dari Allah kepada hamba-hamba Nya yg terpilih.." maka, bersyukurlah kita, kerana Allah sebenarnya sedang menguji, mengurniakan hidayah-Nya tanpa kita sedari..

Sayang nya Allah kat kita…Ingat nya Allah pada hamba-hamba-Nya yang kerdil ni…tapi kita?? Apa kita buat?? Bila kita ingat Dia?? Bila sedih, bila sakit, bila susah…itu lah kita…manusia yang kerdil di sisi-Nya, sentiasa lalai dan alpa…

I’m not dedicating this to anyone… but everyone including me…because I’m also one of them “manusia yang sentiasa lalai dan alpa”… Just for sharing… sebab memang kita macam tu kan…kadang-kadang memang kita tak sedar, tapi bila kita tahu, kita nampak dan kita rasa, itulah dia kemanisan iman…lembutnya terasa di dada…halusnya menusuk ke sanubari…tenangnya jiwa, amannya hati, berbahagia perasaan… Ya Allah…

Ni satu lagi, kata-kata dari kakak naqibah ku “Search...you’ll get knowledge...more knowledge you’ll questions...More questions you’ll found the answer then you search again and again, then u will know..... Allah so close...think about it...” Subhanallah…

Sharing is Caring… sama-sama la kita ingat mengingatkan… =)

Saturday, May 14, 2011

fwd: Jodoh..Mencari atau Menunggu

Saya tertarik dengan satu soalan yang dibawakan oleh seorang user komuniti.iluvislam berkenaan jodoh.
Persoalannya, "Betulkah kita hanya menanti si bulan (si dia) yang bernama jodoh? Usaha tidak perlu ke?"

Pada mulanya saya tersenyum.
Yelah, lagi-lagi jodoh. Lagi-lagi isu jodoh.
Namun, setelah saya fikir-fikirkan kembali. Soal jodoh ini bukan suatu soal yang boleh diremeh-remehkan sebenarnya. Saya kira, hampir setiap dari manusia itu akan melalui satu tahap di mana mereka akan mula memikirkan tentang persoalan jodoh.

Justeru, silap dalam kefahaman terhadapnya mampu memberi kesan negatif yang cukup besar terhadap masyarakat. Gejala sosial yang menular dengan sungguh dahsyatnya pada masyarakat kita kini juga tidak dapat tidak, salah satu faktornya adalah kesilapan dalam memandang isu jodoh ini.
Jadi akhirnya, saya memilih untuk menulis tentang isu evergreen itu di sini.

Ramai yang keliru

Jika kita lihat pada masyarakat sekeliling kita hari ini, dapat kita simpulkan bahawa ramai yang keliru berkenaan persoalan jodoh.
Sejak di bangku sekolah lagi kita dapat melihat remaja-remaja kita ramai yang sudah mula 'mencari' jodoh mereka. Untuk mencari 'kecocokan', mereka mula kenal-mengenal. Surat-surat cinta, sms, dan berbagai cara lagi mereka gunakan untuk memastikan adakah si dia itu 'jodohku'?

Kemudian, gejala ini berlaku dengan semakin rancak apabila pelajar-pelajar mula masuk di universiti-universiti. Ramai yang tidak mahu kelepasan dalam 'berusaha' untuk jodoh mereka. Dengan kemudahan IT yang lebih canggih, sms, chatting, e-mail, dan facebook digunakan untuk mencari pasangan idaman mereka. Kemudiannya, ramai yang terjebak dengan gejala 'couple'.
Mereka hangat bercinta.

Namun, menurut apa yang saya lihat sendiri di hadapan mata ramai yang akhirnya 'clash' ataupun istilah lainnya 'break-up'. Yang berkekalan mungkin ada, namun bilangannya tidak banyak. Bahkan, tidak kurang juga mereka yang telah berkali-kali tukar pasangan, namun tetap jodoh mereka tidak diketemukan.
Janji-janji setia di waktu kehangatannya cinta, kebanyakannya hanya tinggal kata-kata yang menyakiti jiwa.
Namun, mengapa semua ini berlaku?
Usaha telah kita letakkan, namun mengapa masih si dia yang bernama jodoh tidak hadir-hadir dalam hidup kita?

Atau apakah selama ini kita silap dalam berusaha?

Jodoh – suatu ketentuan?

Sebelum saya heret permasalahan ini dengan lebih mendalam, suka saya sentuh dasar topik ini yakni perihal jodoh.

Jodoh, adakah ia suatu ketentuan?

"... Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." - [Surah Ath-Thalaq, 65: 3]
 
Benar. Jodoh itu merupakan salah satu ketentuan dari Allah.

Malah, bagi orang Islam, meyakini Qadha' dan Qadar yang ditentukanNya merupakan suatu kewajipan. Beriman kepada Qadha' dan Qadar, merupakan salah satu dari rukun iman. Yakni bererti, tidak beriman kepadanya akan membawa kepada iman yang tidak sempurna.

Sebagaimana dalam sebuah hadis mahsyur berkenaan rukun Iman (saya hanya memetik sebahagian darinya),
Malaikat jibril yang pada ketika itu menyerupai seorang lelaki berkata, "Kemudian beritahukanlah padaku tentang Iman."

Rasulullah s.a.w. bersabda,
"Iaitu hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari penghabisan - kiamat - dan hendaklah engkau beriman pula kepada takdir (Qadha' dan Qadar), yang baik ataupun yang buruk, semuanya dari Allah jua."
Lelaki itu berkata: "Tuan benar.
[HR. Muslim]

Maka di sini perlu kita lihat bahawa soal jodoh dan pertemuan ini semuanya berada terletak pada ketentuan Allah. Tiada sesuatupun yang akan berlaku, melainkan dengan izinNya.

Berbalik pada persoalan awal kita, maka perlukah kita berusaha untuknya?

Usaha yang sebenarnya

Sudah menjadi sunnatullah (hukum alam, berdasarkan ketetapan Allah), bahawa dalam mendapatkan apa-apa sahaja di dalam dunia ini, kita perlu kepada sesuatu yang kita panggil 'usaha'.
Baik. Bagaimana untuk kita berusaha dalam soal jodoh ini? Adakah sejak sekarang, kita seharusnya sudah mula berusaha mencari?

Saya sependapat dengan Ustaz Hasrizal.
Dalam persoalan usaha ini, pertamanya, ada baiknya kita ukur kain di badan sendiri dahulu.
Jika dalam masa terdekat kita tahu yang kita belum bersedia untuk melangsungkan pernikahan (atas apa-apa sebab sekalipun), maka 'usaha mencari @ menawan' itu masih tidak perlu.
Masa terdekat itu kita boleh ambil dalam lingkungan setahun.
Ya, tidak perlu. Mengapa?
Kerana apabila kita sudah mula mencari, dalam keadaan diri langsung amat jauh dari persediaan untuk menikah itu sendiri, maka, banyak masalah bakal timbul. Percaya?
Setelah berkenal-kenalan, dan saling meminati mungkin, sudah menjadi lumrah kedua-dua insan itu pasti mahu mengikat diri mereka dengan 'pasangannya itu', dengan suatu ikatan atau perhubungan. Melalui ikatan itu mereka akan rasa saling memiliki dan punya masa depan bersama.
Namun, cuba katakan, apakah masih ada ikatan yang sah (halal) yang dapat ada antara dua orang bukan mahram, selain dari ikatan pernikahan?
Tiada.
Yang ada mungkin persaudaraan dalam Islam. Dan, itu tidak mengubah apa-apa, kerana ia tidak pula menghalalkan mereka untuk saling berhubungan.
Lalu, akhirnya kita dapat melihat ramai di antara mereka yang ber'couple' dan mengadakan janji setia untuk mengikat perhubungan mereka.
Dan tempoh masa yang masih panjang (dari masa pernikahan) tadi akan menarik mereka untuk membuat perkara-perkara lain pula. Zina hati jangan di cerita. Zina tangan (persentuhan) dan zina-zina lain juga dengan mudah dapat dilakukan apabila diri sudah tidak mampu lagi menahan syahwat.
"Mata boleh berzina dgn melihat, lidah boleh berzina dengan bercakap, tangan boleh berzina dengan berpegangan. Kaki boleh berzina dengan berjalan ke arah tempat maksiat. Hati pula boleh berzina dgn merindui, mengingati dan membayangi si dia." - [HR Bukhari dan Muslim]
Malah akhirnya, berdasarkan pemerhatian saya sendiri, tidak ramai di antara mereka yang dapat mempertahankan hubungan mereka. Perpisahan terjadi.
Itulah hasilnya apabila perhubungan yang diadakan hanya dilandaskan atas suka sama suka, tetapi tidak hadir bersamanya tanggungjawab. Dan kesilapan kita juga, yang kadang meletakkan ketepi kuasa Allah dalam persoalan jodoh. Na'udzubillahimindzalik.
Dan wahai hati-hati yang suci.. Jikalaupun ikatan yang dibina itu mampu berkekalan sekalipun, namun, apakah yang masih kita mahu berharap padaNya, jika usaha yang diletakkan pun tidak menepati kehendak syarak atau lebih jelasnya, bertentangan dengan kehendak Allah?
Justeru, di sini suka saya tekankan sekali lagi.
Jika kita tahu bahawa kita belum lagi merancang untuk memasuki gerbang pernikahan dalam tempoh terdekat ini, justeru, tidak perlulah pada usaha 'mencari jodoh'. Dikhuatiri, usaha itu hanya bakal mengundang perkara buruk kepada rumah tangga kita kelak.
Jodoh itu dalam ketentuanNya, maka, jika kita mahu berusaha pun, mengapa kita perlu mengambil usaha-usaha yang tidak Dia suka? Bukankah akhirnya, Dia juga yang menentukan segala?

Jika sudah mampu

Seperti yang saya katakan bagi mereka yang sudah merancang untuk melakukan pernikahan dalam masa terdekat, tidak salah untuk mereka mula 'berusaha untuk mencari' bakal pasangan mereka. Dan semestinya dalam tempoh ini, batas-batas pergaulan tetap perlu dijaga.
Sebaik-baiknya, kita ikuti sunnah. Baik di pihak lelaki maupun perempuan. Yakni jika sudah ada yang berkenan, gunakan orang tengah untuk mengenali latar belakang mereka, dan juga memanjangkan hasrat.
Dan jika merasakan tempoh untuk berkenal-kenalan itu diperlukan, maka ambillah jalan untuk bertunang. Walau tetap, ia tidak menghalalkan apa-apa, namun ia adalah ruang terbaik untuk mereka saling berkenal-kenalan sebelum bernikah.

Usaha yang perlu digerakkan - Men'jadi' & Mempersiapkan diri

Ok. Kalau kita ini agak-agaknya lambat lagi mahu bernikah, maka adakah ini bererti kita tidak perlu berusaha apa-apa?
Tidak juga sebenarnya. Usaha itu masih tetap ada.. tetapi dalam bentuk lain la.
Usaha yang perlu kita letakkan itu adalah lebih kepada 'MENJADI" daripada 'MENCARI'.
Ya. Kita pasti mahukan mereka yang soleh/ah untuk menjadi pasangan kita. Itu telah menjadi lumrah. Oleh itu, dalam kita mahu mendapatkan yang soleh, kita perlu JADI soleh terlebih dahulu. kan?
Iya. Kerana sesungguhnya, Allah akan menyediakan pasangan buat kita, sesuai dengan tahap keimanan diri kita juga.
Sebagaimana firmanNya dalam surah An-Nur, ayat ke-26,
"Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)." - [Surah An-Nur, 24: 26]
Makanya, mahukan pasangan yang baik, usahanya, menjadi baik terlebih dahulu. Ini lebih utama. Allah yang menetapkan jodoh kita, maka kita perlu yakin, inilah cara yang sebaik-baiknya.
Jika kita hanya limitkan definisi usaha kita hanya pada mencari, maka pada saya, kita sudah silap besar.
Mungkin... pasangan kita itu 'tampak' soleh, tetapi tetap, kita akan dapat pasangan sesuai dengan tahap iman kita juga. Baik akan dapat baik, inshaAllah. Jahat dapat jahat.
Kalau jalan yang diambil pun kurang bertepatan dengan syarak, maka tak perlulah kita nak mengharapkan sangat yang baik dan sentiasa menjaga diri.
Dan pada saya, usaha lain juga, yang tidak kurang utamanya, adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi pernikahan.
Mengapa? Kerana membina masjid hakikatnya bukan takat sehari dua. Tidak cukup. Cuma, jika kita mahukan masjid yang bertahan sehari dua juga mungkinlah.
Oleh itu, persediaan dari sudut mental dan ilmu itu amat-amatlah perlu sejak sekarang lagi.
Sebagai lelaki, kita perlu melatih diri kita agar mampu memimpin, mampu hidup berdikari. Dan sudah tentu kemudiannya mampu menjadi qudwah atau contoh tauladan yang baik buat keluarga.
Sebagai wanita pula, persiapkanlah diri kalian dengan ilmu. Harapannya, dengan tarbiyyah (didik) dari tangan-tangan kalian, anak-anak itulah yang bakal menjadi pejuang-pejuang Islam suatu hari nanti, inshaAllah. Kalian perlu sedar, bahawa kalianlah pentarbiyyah utama generasi masa hadapan. Masa depan umat, hakikatnya, terletak di tangan-tangan kalian.
Dan tanggungjawab sebesar itu, seharusnya disertai dengan persiapan yang tidak kurang besarnya juga.
Latihan-latihan dan persiapan diri ini... mampukah dilakukan hanya sehari dua, atau cukupkah hanya sebulan sebelum pernikahan?
Sudah tentu tidak.
Maka ayuh, kita mula mempersiapkan diri kita mulai hari ini juga.

Jika redha Allah yang dicari...

Sudah nampak apa yang harus dilakukan?
Saya jadi teringat akan kisah saya masa sekolah dahulu. Melihat rakan-rakan ramai yang ber'couple', perasaan takut itu muncul, dikhuatiri nanti semua habis dikebas orang (haha.. ye ke?).
Oleh sebab itu saya juga tidak terlepas dalam usaha mencari jodoh ini, kononnya. Dan diringkaskan cerita, di waktu saya hampir saja mahu mengambil tindakan itu (ber'couple'), saya diberikanNya petunjuk (dalam bentuk ilmu dan kefahaman) bahawa rupanya pemahaman saya selama ini silap. Alhamdulillah.
Jika mahu diikutkan, tatkala petunjuk itu sampai, boleh sahaja saya untuk menidakkannya, dengan tetap meneruskan perancangan dan 'kehendak' saya. Namun, saya sedar, bukankah tindakan saya itu hanya suatu tindakan yang bodoh?
Allah sudah pun memberi petunjukNya, dan ditakuti, selepas ini, Dia tidak lagi ingin memberi petunjuk kepada saya, atas sebab saya tidak pandai menghargai petunjuk yang telah Dia berikan. Maka, bukankah pada hakikatnya saya hanya menzalimi diri saya sendiri?
Justeru, suka saya katakan, jika petunjuk Allah yang kita cari, jika redha Allah yang kita mahukan dalam rumah tangga kita nanti, maka berusahalah... dengan usaha yang sesuai dengan apa yang Allah izinkan.
Jika kita sibuk menggauli perempuan sana, perempuan sini, lelaki sana, lelaki sini, sedangkan, jodoh kita masih belum kita ketahui siapa, maka, pada pendapat peribadi saya, kita juga seakan-akan sudah berkhianat kepada bakal jodoh kita nanti. Benarkah? Ya, kerana kemesraan dan sebagainya itu, bukankah hanya layak untuk pasangan halal kita sahaja? Dan di pihak kita pun, kalau boleh, sudah tentu kita juga mahukan mereka yang soleh dan masih terperlihara juga bukan?
Kerana.. sudah menjadi lumrah manusia, akan lebih tertarik pada sesuatu yang terpelihara dan terjaga.
Dan sudah tentu, apa yang menjadi lebih besar lagi, adalah kerana kita seakan-akan menidakkan kuasa Allah ta'ala. Na'udzubillahimindzalik. Terkadang, kita lebih 'beriman' (percaya) kepada usaha kita, berbanding iman (kepercayaan) kita terhadap Qadha' dan Qadar yang ditentukan Allah.
Ya. Manusia itu digalakkan berusaha. Namun, usaha-usaha yang mengundang murkaNya, apakah itu akan dikiraNya sebagai usaha yang baik dalam isu jodoh ini? Jika kita mahukan pasangan yang tidak soleh, mungkin.. ia masih dapat dikira sebagai usaha.
Namun, bukan itu yang kita mahukan bukan?
Di sini, kita perlu yakin bahawa hakikatnya, setiap apa-apa yang berlaku itu, berada dalam kekuasaanNya. Gejala zina, buang anak dan sebagainya pada hari ini, atas kefahaman dan kepercayaan yang silap dalam hal ini juga.
Justeru, ayuh kita kembali meletakkan Al-Qur'an dan sunnah sebagai teras dalam hidup masyarakat kita.
Yakinlah, jalan yang Allah tentukan ini, bukan untuk menidakkan fitrah kita. Tidak. Sebaliknya, Allah mahu memeliharanya. Ianya, demi kebaikan kita juga.
Wahai hati-hati yang suci. . .
Katakanlah,
'Jika petunjukNya telah sampai, masihkah aku mahu menidakkannya?'

" ... Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, nescaya Dia akan membukakan jalan keluar bagiNya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusanNya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." - [Surah Ath-Thalaq, 65: 2-3]

fwd: Aku Tak Mahu Suamiku Berdosa...

Aku tak mahu suamiku berdosa
Lantas aku melabuhkan jilbabku
Berusaha menutup sempurna auratku

Aku tak mahu suamiku berdosa
Lantas aku perlengkapkan diriku
Dengan ajaran agama
Agar dapat membezakan
Antara yang benar dan salah

Aku tak mahu suamiku berdosa
Lantas aku hadkan pergaulanku
Dengan yang bukan mahramku

Aku tak mahu suamiku berdosa
Lantas aku menjaga diriku
Agar terhindar dari fitnah manusia

Aku tak mahu suamiku berdosa
Kerana aku sayangkan suamiku
Dan aku tak mahu suamiku terhumban
Ke neraka jahanam kerana diriku

Aku tak mahu suamiku berdosa
Kerana aku

Aku tak mahu suamiku berdosa..



Petua Untuk Hati | iluvislam.com + discover the beauty of islam

Petua Untuk Hati | iluvislam.com + discover the beauty of islam

fwd : Pokok Jiwa 3 Beradik...

"Adik.. Bangun la.. Tak elok tidur lepas subuh ni.."
Si Angah mengejut Si Adik yang menarik selimut selepas selesai solat subuh.

"Laa.. Tidur lagi.. Oit.. Bangun la.. Orang dah siap mandi dah.. Sejukkkk!!"
Si Along keluar dari bilik air kesejukan.

"Angah gi la mandi dulu.. Nanti dah sudah mandi kejut adik eh.. Mandi lama-lama sikit.."
Si Adik menarik semula selimut menyelubungi seluruh badannya.

Pagi itu, suasana ceria dengan tiga beradik berkumpul semula. Setelah sekian lama mereka tidak berkumpul dan bermesra begitu. Pagi itu juga mereka bersarapan sekeluarga bersama. Si Ayah cuti dan Si Emak pun menyediakan sarapan yang amat menyelerakan. Sambil makan, Si Ayah dan Si Emak mengambil tahu keadaan anak-anak mereka. Masa yang terluang bersama dimanfaatkan.

Antara faktor masalah sosial di kalangan anak-anak adalah disebabkan kurangnya kasih sayang dan perhatian daripada ibu bapa. Si Ayah dan Si Emak cukup memastikan keluarga ini tidak akan melahirkan anak-anak yang menyumbang kepada masalah tersebut.

"Mak, ada nak wat apa-apa ke pagi ni, mak?"
Si Adik bertanya setelah selesai pinggan yang terakhir dibasuhnya.

"Tu halaman rumah tu, nak kemaskan sikit. Nak tanam pokok-pokok sikit.. Adik nak tolong ker?" Si Emak bersiap-siap untuk mengemas halaman rumah.

"Tu abah dah ada kat luar tu.. Pergi la tengok kot-kot ada apa-apa yang boleh ditolong."
Tambah Si Emak lagi. "Laa.. Dah kat sini rupanya."

Si Adik tengok Si Along dan Si Angah dah sedang menolong Si Ayah.
"Nak tolong jugak.." Katanya.

"Ha.. Meh sini tolong... Tolong tengok.."

Si Along menyakat Si Adik sambil mengangkat batu bata terakhir untuk di susun buat alas pasu-pasu bunga Emak.

"Tolong tengok wat pe.. Tu kucing tu dari tadi dah tecongok kat situ tolong tengokkan.."

Si Adik geram tak dapat tolong apa-apa lagi. Si Adik pun mendapatkan Si Ayah yang sedang menguis-nguis tanah menggunakan penyodok kecil.

"Hmm.. Macam menarik.." Monolog Si Adik dalam hati.

"Abah wat pe, bah?" Tanya Si Adik kepada Si Abah.

"Macam best je.. Nak tolong.."

Si Adik menghulurkan tangan meminta penyodok kecil untuk menolong.
"Nah.. Baik-baik.. Buat lubang untuk tanam anak pokok ni.."
Si Ayah menghulurkan penyodok kecil kepada Si Adik.

"Anak pokok apa ni, abah?"
tanya Si Adik sambil menguis-nguis tanah dengan penyodok.

"Pokok mangga.. Dah besar nanti boleh la kita wat pangkin, berteduh bawah dia.."
kata Si Ayah sambil mengesat peluh di dahi. Matahari sudah mula menunjukkan sinarnya.
Si Along dan Si Angah yang telah selesai dengan kerja mereka datang merapati Si Adik. Si Ayah melemparkan pandangannya jauh.

"Tapi.. lambat la nak tunggu dia besar.." Si Adik mencebik muka.
"Nak kena jaga elok-elok lagi.." Si Angah menambah.
"Pastu rumput ni senang-senang jer tumbuh dekat sekeliling dia.."
Si Along pula bersuara.

"Mula-mula memang la macam leceh...."
Suara Si Emak kedengaran dari muka pintu.

"Tapi bila dah berbuah nanti, korang jugak yang dapat rasanya."
Sambung Si Emak sambil meletakkan air minuman yang dibawanya ke atas meja.

"Mula-mula, kena jaga elok-elok anak pokok tu.. Jangan bagi kena pijak, jangan bagi kucing kais-kais tanahnya. Rumput-rumput kat sekeliling pokok tu pun kena cabut selalu."
Si Emak memberitahu.

"Bagi akar dia kuat dulu, bagi tumbuh daun-daunnya, bercambah dahan-dahannya. Nanti bila pokok tu dah besar, dah merimbun, baru la dapat kita buat pangkin duduk kat bawah dia, pastu sambil-sambil tu boleh makan buah dia. Ha.. Sebelum tu, nah.. kita minum jer air kordial mangga yang mak buat ni." Si Emak menghulurkan gelas berisi air mangga kepada Si Ayah, Si Along, Si Angah, dan Si Adik, kemudian Si Emak meneguk air mangga dari gelasnya bersama-sama.

"Tu la ciptaan Allah.. Akhirnya kebaikannya dapat kat kita jugak.." kata Si Along.
"bukan pokok mangga je macam tu tau...."
"memang la.. pokok-pokok lain pun sama jugak."
Si Angah mencelah sebelum sempat Si Ayah menghabiskan kata-katanya.

"Maksud abah, ada jugak pokok lain selain tumbuh-tumbuhan ni yang macam tu.."
Si Ayah cuba menerangkan.

"Pokok apa, abah?" Si Along, Si Angah, dan Si Adik serentak.
"Pokok jiwa.." Si Emak yang menjawab.
"Pokok jiwa?" tiga beradik itu sekali lagi serentak. Tidak faham, dan ingin tahu.
"Jiwa.. Jiwa kamu semua.. Jiwa manusia.."

Si Ayah mula berbicara.

"Muslim cemerlang jiwanya kuat. Nak memperoleh jiwa yang kuat, bukan senang. Jiwa yang kuat perlu disemai dan dijaga dengan elok dan berhati-hati. Rumput-rumput yang tumbuh disekeliling anak pokok mangga, samalah anasir-anasir luar yang mengancam pokok jiwa. Baja yang ditabur dan air yang disiram untuk anak pokok mangga, samalah dengan nasihat, motivasi, dan ilmu yang perlu diberikan kepada pokok jiwa. Sukar dan lama untuk membina akar yang kuat untuk anak pokok mangga, Sukar dan lama juga untuk membina keyakinan pokok jiwa. Tapi.. apabila sudah terbina akan ia, akar yang kuat itu, maka ia akan terus bercambah sehingga dahan dan daunannya menjadikannya sebuah pohon yang rendang, rimbun, menaungi dan memayungi manusia yang berteduh di bawahnya serta mengeluarkan buah-buah yang sedia dipetik dan lazat dimakan. Begitu juga pokok jiwa, apabila sudah terbina keyakinan yang kukuh padanya, berserta dengan proses tarbiyah yang berterusan maka manusia itu akan menjadi tempat rujukan dan menjadi teman serta mendatangkan manfaat pula kepada orang lain." Panjang lebar bicara Si Ayah.

"Dan.. Macam-macam pokok kita boleh tanam.. Pokok mangga, pokok rambutan, pokok apa pun.. Buahnya tetap ikut pokok tersebut.. Dan di jiwa kamu? Tanamlah pokok jiwa yang akan membuahkan keimanan, keilmuan, semangat jihad, dan lain-lain."

Si Ayah mengakhiri bicaranya sambil menghabiskan air mangga di gelasnya. Si Along, Si Angah, dan Si Adik mengangguk-angguk mendengar nasihat daripada Si Ayah. Di dalam hati mereka berkobar-kobar untuk menyemai pokok jiwa.

fwd: Mengapa Wanita Memerlukan Lelaki???

Wanita tidak semestinya memerlukan lelaki, tetapi wanita dan lelaki saling memerlukan, cinta itu anugerah.
Mengapa wanita memerlukan lelaki di dalam hidupnya? Untuk beberapa waktu dahulu, ia begitu memukul-mukul kepala.
Ya, apa perlu seorang wanita yang bebas mempertaruhkan sebahagian besar hidupnya kepada tangan seorang lelaki?
Bukankah lebih hebat jalan dihujung minggu bersama kawan rapat, berkenyit-kenyitan mata kepada lelaki kacak yang saling tidak putus dan tidak lokek senyum tanda salam perkenalan.
Saya mempunyai seorang rakan, sederhana cantik, tidak terlalu kurus tidak terlalu gemuk, tidak terlalu buruk, tidak terlalu jelita, manisnya ada, santunnya memikat orang tua, beragama juga kerana selalu sahaja diceritakan dia terhendap-hendap membawa sejadah masuk ke bilik stor kecil untuk solat, dan dia sentiasa cuba gembira dengan kehidupannya yang solo.
Tetapi saya fikir, saya faham apa yang berputar-putar dalam kepalanya.
Dia tidak dapat berdusta betapa kebahagiaan cinta kawan-kawan membuatnya cemburu, dan membuatnya selalu terfikir-fikir: Apalah perasaan gadis yang dipuja dan dicintai hebat oleh seorang lelaki.
Kawan, saya harap dia membaca artikel ini. Cinta tidak datang dipaksa-paksa. Cinta tidak juga datang kala kita mahukannya. Jika kita mahukan ia menjadi air, ia datang seperti api.
Tetapi, jika kita bersabar dan menerima ketentuan Tuhan, seorang lelaki yang baik akan didatangkan kepada kita juga. Lelaki yang baik itu tidak turun dari langit.
Lelaki yang baik itu juga tidak semestinya datang dengan kepala berketayap, janggut selambak atau harta membuak-buak.
Tetapi lelaki yang baik, jika Tuhan mahukan dia menemani kita sepanjang hayat, membimbing kelakuan kita, menjaga kemurnian kalbu bersama-sama, mendidik, membuka jalan agar kita dapat memperdalam selok belok agama yang barangkali selama ini hanya menjadi pakaian dan lencana, dan memberikan kita zuriat yang halal lagi dirahmatiNya.
Dia akan datang apabila tiba masanya. Lambat atau cepat, maafkan saya, kerana Allah itu yang lebih mengetahui.
Kawan, kedatangan seorang lelaki dalam kehidupan seorang wanita seperti manusia kudung yang diberikan semula sebelah kakinya. Dia menyempurnakan kita.
Namun, tidak kira semasyhuk mana sekalipun perkasihan dua jantina, selain perkara yang cantik-cantik dan molek-molek, kita, wanita, harus bersedia menerima kehodohan-kehodohan perhubungan.
Kerana apabila kita mempersilakan seorang lelaki duduk di samping kita untuk sepanjang hayat, bererti kita harus langsung juga mempersilakan sekian masalahnya berbaring di bahu kita.
Kerana itu tidak hairan jika kita mendengar ada di kalangan kita, gadis, yang merungut-rungut kerana tanggungjawabnya terhadap keperluan hidup lelaki tidak juga berkurangan walaupun belum lagi berkahwin.
Ya, lelaki memang mendatangkan bahagia.
Tetapi lelaki juga mendatangkan sengsara. Namun jika kita bijak menatangnya, semuanya pasti baik-baik sahaja. Itulah adat dalam perhubungan. Yang buruk-buruk pasti ada.
Barangkali daripada si dia, barangkali juga daripada kita, tetapi kita harus cermat mengimbangkannya agar jodoh berkekalan ke hari tua.
Bagi yang sedang galak bercinta dengan lelaki permata jiwa tetapi menerima tentangan keluarga dua pihak, jika anda fikir anda tidak mungkin mampu hidup bahagia tanpa restu ibu bapa, maka ada baiknya anda menyerah kalah saja.
Walaupun tidak saling memiliki, dan cinta tidak juga diwali dan dinikahi, anda dan dia tetap pengantin di dalam jiwa.
Barangkali sudah sampai masanya anda mencari sahaja lelaki lain untuk dibawa pulang menemui ibu bapa.
Bercakap soal kahwin, beberapa kenalan rapat yang dewasa bersama-sama.
Sejak zaman gatal-menggatal kenyit mengenyit kala di bangku pengajian, kini sudah disunting, dan bakal menjadi isteri kepada lelaki yang mereka cintai.
Semoga mereka tak tersalah pilih.
Dan semoga lelaki yang dipilih, melaksanakan tanggungjawab dan melunaskan hak suami isteri.
Wanita, kita dicipta dengan kemuliaan syahadah. Kerana benih seorang lelaki, kita ini tersenyawa, dikurnia tenaga sehingga kita mampu menyibak jalan keluar dari rahim ibu untuk melihat dunia.
Kerana benih seorang lelaki, kita ini ditiupkan jiwa, menjadi manusia, dan mencari seorang lelaki untuk dicintai, sebagaimana ibu diilhamkan Tuhan untuk berkasih sayang dengan bapa.
Dan kerana Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta, kita wanita, kita ini diciptakan daripada lengkungan rusuk kiri lelaki, tidak terlalu gagah sehingga mengenepi kudrat lelaki, tidak juga terlalu lemah sehingga jatuh menyembah kaki.
Tetapi kerana ciptaan Tuhan itu indah, kita terbit daripada rusuk lelaki, bukan dekat kepala untuk dijunjungi, bukan dekat bahu untuk membebani, bukan dekat lengan untuk dijulangi, bukan dekat jari untuk disakiti, bukan dekat pinggul untuk dihenyaki, bukan dekat lutut untuk ditindihi, bukan dekat kaki untuk ditunggangi, tetapi dekat pelusuk hati untuk dimulia, disayangi dan dicintai.
Andai lelaki itu burung yang terbang, kita adalah angin lembut yang bersisir-sisiran sepanjang perjalanannya.
Tetapi kerana fitrah kejadian Tuhan wanita itu kebergantungan hidupnya harus saja diserahkan kepada seorang lelaki yang boleh melindungi, maka kita pun tidak selamanya mahu menjadi angin semata-mata.
Kita mahu menjadi bunga, menghias sayapnya. Kita mahu terus bersama-sama, terbang dari rendah perkebunan bunga sehingga ke sayup langit terbuka, sehingga jalannya yang paling hujung, sehingga kita tua, rapuh dan mati.
Tetapi kita bahagia dalam dakapannya, semoga kita semua diketemukan dengan jodoh yang baik..InsyaAllah...

Tuesday, May 10, 2011

060511 : 11.47PM

Alhamdulillah… Here I am… Someone once said, “When you get out there, then you’ll know, how’s the real life is…” It doesn’t fooling you for nothing… It’s real… It’s teaching you… It’s guiding you… Its gives you what you need, not what you want… But, you, as a normal human being, what do you think out of it? It’s hurt?? It’s pain?? It’s nothing but a shame?? YOU~~! Hey~~!! Wake up~~!!! It’s not hurting you~~ It’s trying to comforting you with the way it used to be… That is the way how Allah teach us… Accept it with all your heart… It’s just a small test to you… There’s Hikmah that you need to learn from… Give it a try… Don’t ever judge it on the first place… You may take some time on how to get used to it… If you really do, then you’ll feel it… That is “Kemanisan Iman”… You won’t regret it, you’ll ask for more... Because, it’s the way to get close to Him… Allahuakhbar~~!!!

Love Part II


Love… makes you missing him even when he is right in front of you…
Love… makes you clumsy, even when you are calm…
Love… makes you be someone else, even if you won’t…

“Do you love someone??” Just smile and tell that… “Yes, I do love someone”

Can’t you see?? I do have a lover…
That someone… Only I can see him…
That someone… Only the tears in my eyes know…
I don’t want to have him… I won’t be greedy… I just want to love him…
I’ll keep him locked in my lips forever…

Don’t worry… I’ll let you know someday…
Someone that I cherish so much…
Someone that I need to hide…

Can’t you see what the tears fill up my eyes say??
That someone is . . . . . . . . . . . . .


Sunday, May 1, 2011

fwd: SEKSAAN NERAKA (KAUM HAWA..)

sekadar renungan brsma..

Bagi SEURAT@SEHELAI@SEUTAS rambut yang ditayangkan secara sengaja pada lelaki ajnabi, akan diseksa dengan digantung badan pada rambutnya dalam neraka sehingga mendidih otak selama 40 tahun.

1 urat rambut= 40 tahun akhirat
1 hari akhirat= 1000 tahun dunia
40 tahun akhirat= 14 600 000 dunia

‎1. Wanita menangis sambil meminta pertolongan tetapi tiada yang sanggup membantu. Gambaran balasan wanita yang berhias bukan kerana suaminya.

2. Wanita tergantung pada rambutnya, otaknya menggelegak dalam periuk. Balasan wanita yang tidak menutup auratnya (rambut)

3. Wanita berkepala seperti babi, badannya seperti kaldai dan menerima berbagai balasan wanita yang suka membuat fitnah, bermusuh dengan jiran dan membuat dusta.

4. Wanita yang mukanya hitam dan memamah isi perutnya sendiri. Balasan wanita yang mengoda dan menghairahkan lelaki.

5. Lelaki dan wanita yang ditarik kemaluannya ke depan dan ke belakang serta dilontar mukanya ke api neraka. Kemudian ditarik dan dipukul hingga keluar api dari badannya. Balasan orang yang membesarkan diri dan takabur kepada orang ramai.

6. Lelaki dan wanita dimasukkan besi pembakar daging dari duburnya, keluar hingga ke mulutnya. Balasan orang yang membuat fitnah, mengejek dan mencaci.

7. Wanita tergantung rambutnya di pohon Zakkum, api neraka membakarnya lalu kering kecut dagingnya terbakar. Balasan wanita yang minum ubat untuk membunuh janin.

8. Wanita dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya. Balasan wanita yang menjadi penyanyi tidak sempat bertaubat.

9. Lelaki dan wanita yang masuk api ke dalam perut dari duburnya lalu keluar dari mulut. Balasan orang yang makan harta anak yatim.

10. Lelaki dan wanita kepalanya terbenam dalam api, dituang pula air panas ke badannya lalu melecur seluruh tubuhnya. Balasan orang yang berusaha ke arah pergaduhan sesama manusia.

by: Ema Mira

fwd: Kita insan Kerdil & Miskin...

Tiada apa pun milik kita mlainkn amal, iman, dan taqwa.. tubuh bdn kita, wajah kita yg sempurna kejadiannya, udara yg kita hidu, segalanya milik DIA.. kita MISKIN.. lahir dlm keadaan TIDAK BERPAKAIAN, mati dlm KEADAAN SEHELAI KAIN PUTIH, dan akan REPUT dimamah oleh TANAH,dan ULAT.. tidak layak bg kita berbangga dgn apa yg kita ada...marilah kita sama2 KEMBALI MENTAATI NYA..krn bnyknya manusia akn menyesal hanya apabila dia telah terlepas peluang utk kembali bertaubat.. bnyk manusia akn menyesal hnya apabila dia sudah mati.. pd ms itu, PELUANG utk kita KEMBALI kps NYA sudah tiada.. marilah kita sma2 BERTAUBAT SEBELUM TERLAMBAT!! MAUT TIDAK MENUNGGU WALAU SESAAT! :'(

 
 
kerdilnya diriku TUHAN....JASAD kami xbermakna tanpa ROH, dan ROH xbermakna tnpa JASAD... yg akan kembali kepada MU hnyalah ROH.. JASAD kmi ini akan mereput bersama tanah, dan dimamah ulat... YA ALLAH, AMPUNKANLAH DOSA2 KAMI... KAMI LALAI,KAMI LEKA, KAMI BERDOSA YA ALLAH... JAUHKANLAH KAMI DR SIKSAAN KUBUR,DAN SEKSAAN API NERAKA MU YG MAHA DAHSYAT YA ALLAH.....amin,amin,amin ya robbal a'lamin...:'(

fwd: BERSABAR DI ATAS PERILAKU MANUSIA..=)

Hadith:

Seorang lelaki bertanya: “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mempunyai beberapa orang kerabat, yang hubungan aku erat dengan mereka tetapi mereka memutuskannya. Aku berbuat baik kepada mereka tetapi mereka berperangai buruk kepadaku, aku bersabar mengahadapi sikap mereka itu tetapi mereka menganggap sikapku itu adalah bodoh.” Kemudian baginda menjawab: ”Sekiranya benar sepertimana yang engkau katakan itu maka seolah-olah engkau menyuap mereka dengan abu yang panas, sedangkan engkau sentiasa mendapat pertolongan daripada Allah Taala selama mana engkau berada di dalam kebenaran atas perkara yang demikian itu”.
-Muslim-


Huraian:
  1. Islam mengajar umatnya supaya banyak bersabar di dalam semua keadaan sama ada ketika senang atau pun susah kerana ia merupakan pengukur darjat keimanan seseorang.
  2. Islam mengajar umatnya supaya jangan membalas keburukan orang sebaliknya menambahkan lagi kebaikan terhadap mereka mudah-mudahan dengan itu hati mereka menjadi lembut dan baik.
  3. Allah sentiasa memberi pertolongan kepada orang yang sentiasa sabar dan benar dalam bertindak.
  4. Setiap umat Islam wajib menghubungkan silaturrahim dan haram memutuskannya.

fwd: Srikandiku, Jalan Ibadah Amat Luas Untukmu!

Wahai saudari-saudari muslimahku,
Cubalah kalian nilaikan berapa banyakkah ibadah-ibadah yang kalian boleh lakukan ketika haid tetapi kalian masih tidak melakukannya. Bukaklah Hisnul Muslim, lihatlah doa-doa dan zikir-zikir yang Nabi Muhammad s.a.w amalkan, nilailah, cerminlah diri kita sudahkah kita amal semua zikir-zikir yang ada di dalamnya.
Jika masih belum puas, periksalah pula kitab al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi. Lihat berapa banyak zikir-zikir dan doa-doa yang kalian belum amalkan. Jadi tiada alasan untuk kalian wahai-wahai srikandi tercinta untuk berkata bahawa apabila haid maka kami kurang beribadah berbanding lelaki.



Wahai saudari-saudari seaqidahku,
Dalam bab membaca dan menyentuh al-Quran. Ulama-ulama umat masih berbeza pendapat tentang pengharamannya. Seandainya saudari berpegang kepada pendapat mengharamkannya, masih banyak ibadah yang saudari boleh lakukan bahkan tak akan habis untuk saudari lakukan di satu malam.

Wahai srikandiku,
Apabila kalian uzur, bukan alasan untuk kalian menghabiskan masa menonton televisyen tatkala si suami sedang bersolat. Bukanlah ia menjadi alasan untuk saudari menghabiskan hari siang dan malammu dengan tidur dan membiarkan si suami bersolat malam sendirian. Bukan juga ia menjadi alasan untuk kalian membiarkan anak-anak terkapai-kapai mempelajari al-Quran sendirian.

Wahai srikandiku,
Cuba kalian kira, berapa minitkah bagi setiap solat yang kalian lakukan apabila kalian berada di dalam keadaan suci. Andai kata 5 minit. Kenapa tidak kalian gunakan 5 minit itu untuk membaca doa-doa dan zikir-zikir yang Rasulullah s.a.w. amalkan. Jika kalian solat malam selama 1 jam di bulan Ramadhan ketika kalian suci. Kenapa tidak kalian gunakan sejam itu dikala kalian uzur untuk kalian membanyakkan istighfar, memohon keampunan daripada Tuhan. Biarkanlah air mata kalian keluar pada malam itu. Biarkan ia menjadi saksi ketundukan kalian kepada Allah yang Maha Pengampun.

Wahai saudariku,
Jika kalian tidak berpuasa, gunakanlah kelebihan kekuatan yang ada pada hari itu untuk membantu kawan-kawan kalian yang berpuasa. Saudari boleh sediakan hidangan berbuka untuk mereka dan membiarkan mereka berehat. Saudari juga boleh membantu mereka melakukan kerja-kerja rumah, dan mengurangkan kerja-kerja mereka. Bukankah ini semua ibadah wahai srikandiku.

Wahai saudariku,
Jika saudari berpegang kepada ulama yang menyatakan haram wanita uzur memasuki masjid, masjid banyak ibadah yang boleh saudari lakukan di rumah. Jika saudari berpegang kepada pendapat membenarkan saudari yang uzur ke masjid, banyak juga yang saudari boleh lakukan di masjid walaupun tidak bersolat.
Saudari boleh membantu menjaga kanak-kanak kecil yang sedang bermain tatkala ibu bapa mereka bersolat. Saudari boleh bacakan kepada mereka kisah-kisah nabi, saudari boleh mengajar mereka membaca Alif, Ba, Ta. Saudari boleh menenangkan mereka tatkala mereka menangis menanti si ibu yang sedang bersolat. Bukankah ini semua ibadah wahai srikandiku.

Ya ukhti,
Sungguh luas jalan ke syurga yang Allah bentangkan untuk saudari. Janganlah saudari sempitkan jalan yang luas itu. Mahukah saudari menempuh jalan mudah ke syurga? Bukankah jalan ke syurga dimudahkan untuk mereka yang menuntut ilmu.
Saudari boleh gunakan masa yang biasa saudari lakukan untuk solat dengan membaca buku-buku agama. Saya nasihatkan saudari untuk memulakan dengan bahan bacaan asas agama. Saudari mulakanlah dengan membaca buku-buku berkaitan akidah. Pilihlah buku yang mudah. Saudari boleh membaca Kitab at-Tauhid karangan Shaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Sangat ringkas buku ini dan mudah untuk saudari fahami. Saudari juga boleh membaca buku saudara Hafiz Firdaus Abdullah tentang contoh-contoh hal yang boleh merosakkan akidah. Selepas itu saudari hendaklah membaca buku tentang bersuci.
Buku kecil Sifat Wudhu Rasulullah amatlah berguna buat saudari. Selepas itu bacalah buku Sifat Solat Nabi untuk saudari memperbaiki mutu solat saudari. Saudari juga tidak boleh melupakan hukum-hakam khas untuk gadis atau wanita seperti saudari. Bacalah buku-buku berkaitan hukum hakam haidh, istihadah dan lain-lain. Saudara boleh membaca buku karangan Shaikh Shalih al-Utsaimin berkaitan hal ini.



Wahai saudariku,
Saya kira jika mahu ditulis kesemua di sini akan hal-hal yang boleh dilakukan oleh wanita-wanita yang uzur, nescaya akan habislah dakwat pena, akan menjadi bermuka-muka tulisan ini. Dan saudari juga mungkin tidak akan mampu melaksanakan kesemuanya.

Ya ukhti,
Ingatlah Allah Maha Adil. Keuzuran pada wanita bukan penghalang mereka beribadah. Sematlah rasa cinta pada Tuhan, yakinlah pada keadilanNya, titiskanlah air mata memohon keampunanNya.
- Artikel iluvislam.com