Sunday, September 19, 2010

fwd: Renungan Pernikahan



Tidak ada yang salah manakala seorang muslimah merindukan cinta dan kasih sayang dari seseorang yang diharapkan akan menjadi pendamping hidupnya. Setiap insan termasuk seorang muslimah pun berhak dan lumrah untuk merasakan kerinduan semacam itu. Meskipun tak terungkap secara lisan, penantian dan impian untuk menggapai sebuah mahligai pernikahan adalah puncak gelisah dan kerinduan yang merupakan salah satu bentuk ujian seorang gadis muslim.

Ibarat sekuntum bunga yang sedang mekar atau bahkan telah mekar dan matang dalam waktu yang sudah cukup lama, adanya kecenderungan untuk disentuh oleh si kumbang jantan yang menawan dan memberikan sari madunya adalah adalah salah satu fitrah yang lumrah dirasakan oleh dirasakan oleh seorang gadis. Sayangnya, saat ini banyak sekali dan semakin banyak kumbang-kumbang jantan yang hanya mengobral rayuan gombal, kata-kata picisan, hanya menggoda, bahkan hanya ingin menghisap sari madu dari sang gadis saja, setelah dapat ia terbang dan menghilang entah kemana. Sedikit sekali kumbang-kumbang jantan yang bersedia berjuang untuk membawa sang gadis dengan jalan yang diridhoi oleh Allah swt, yaitu sebuah jalan pernikahan.

Pernikahan merupakan sebuah ikatan suci, maka sudah sepatutnyalah setiap langkah untuk mencapainya pun harus dilakukan dengan cara yang suci. Manakala seorang gadis telah merasakan kerinduan akan seorang pendamping hidup, artinya secara sadar maupun tidak ia telah melangkahkan kakinya pada salah satu jalan yang akan menghantarkan pikiran dan hatinya pada sebuah mahligai pernikahan. Untuk itu, hendaknya ia senantiasa berjaga dengan kuat dan berhati-hati dalam setiap langkah. Jangan sampai ada noda yang tercecer dan mengotori jalan yang suci ini hingga tiba saat yang dinanti-nanti, yaitu ketika Allah meridhoi dan mewujudkan sebuah pernikahan indah dan suci yang selama ini didambakan.
Memang, penantian tidaklah membutuhkan tenaga yang ekstra besar. Namun, sebagian besar manusia pun mengakui bahwa penantian adalah  salah satu pekerjaan yang sangat melelahkan. Terlebih lagi penantian untuk sebuah pernikahan, ini merupakan sebuah penantian besar yang sangat melelahkan. Karena, dalam penantian inilah syaithon-syaithon dalam bentuk nafsu dan syahwat senantiasa menghampiri. Manakala seorang gadis tengah berada dalam lelahnya sebuah penantian, maka pada saat itulah syaithon-syaithon sedang menatapnya sebagai sebuah sarapan pagi yang lezat dan siap untuk disantap. Oleh karena itu, seorang muslimah hendaknya benar-benar mengerti hal-hal yang sebaiknya ia lakukan dalam masa penantiannya. Dengan demikian, penantiannya untuk sebuah pernikahan yang indah dan suci tidak akan sia-sia, dan Allah akan memberikannya seorang pendamping Robbani dalam pernikahan yang telah menjadi impian.

Pernikahan adalah awal dari sebuah kehidupan dan perjalanan hidup yang baru. Idealnya, perjalanan panjang hendaknya disertai dengan bekal yang benar dan cukup. Demikian pula dengan pernikahan, membutuhkan bekal yang tidak sedikit dan sembarangan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang sepatutnya dilakukan dan diistiqomahkan oleh seorang muslimah dalam penantiannya untuk menuju sebuah pernikahan yang diridhoi oleh Allah swt. Langkah-langkah inilah yang insya Allah akan menjadi bekal untuk berlayar di atas lautan dan gelombang kehidupan dengan ombak dan badai yang selalu mengintai. Langkah-langkah inilah yang akan menjadi kompas dan bahan bakar untuk perahu pernikahan.

1.    Meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah
Menantikan seorang lelaki sholih yang akan meminang dan menyandingnya dalam sakralnya pernikahan memang akan memancing datangnya berbagai bentuk godaan. Untuk itulah, seorang muslimah hendaknya terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya (baik ibadah fardhu maupun sunnah) untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Insya Allah, dengan peningkatan ibadah ini Allah akan memberikan kekuatan dan pertolongannya untuk menghadapi godaan-godaan yang mencoba untuk menggoyahkan dan memikatnya.

2.    Istiqomah dalam doa dan tawakal
Sesungguhnya, segala sesuatu yang terjadi maupun yang tidak terjadi adalah hanya atas kehendak Allah swt semata. Rizki, maut, dan juga jodoh, itu semua berada dalam genggaman Allah swt, tidak akan ada yang mampu merubahnya kecuali Dia. Dan sebagai manusia, yang diwajibkan hanyalah berusaha dan berdoa dengan sebaik-baiknya. Kemudian bertakwakallah kepada-Nya, serahkan dan percayakan segala keputusan final hanya kepada-Nya. Janganlah pesimis dan berburuk sangka kepada Allah, karena Allah akan mengikuti persangkaan hamba-Nya.
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqoroh: 153)
Istiqomahlah dalam berdoa agar diberikan pendamping hidup yang sholeh, dan dikaruniakan sebuah pernikahan yang barokah sehingga membawa kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Yakinlah bahwa Allah lebih mengerti apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Dan yakinlah, bahwa Allah hanya akan memberikan yang terbaik kepada hamba-Nya.

3.    Mempersiapkan diri
Meskipun dinanti-nanti, namun pernikahan bukanlah hal sepele yang dapat dicapai dan dijalani dengan sembarangan atau asal mau saja. Ketika seorang wanita telah memasuki pintu pernikahan, maka secara otomatis kewajibannya pun telah bertambah (demikian pula halnya dengan laki-laki). Maka dari itu, hendaknya seorang muslimah senantiasa mempersiapkan dirinya sebelum seorang pangerang yang diutus oleh Allah swt datang untuk menjemput dan membawanya menuju istana pernikahan yang sakral.

Teruslah membekali diri dengan ilmu, khususnya ilmu agama, dan terutama ilmu agama yang berkaitan dengan masalah kerumah tanggaan. Selain itu, seorang muslimah juga harus membekali dirinya dengan keterampilan berumah tangga. Dan bekal yang terakhir adalah mempersiapkan diri untuk menjadi seorang isteri sholihah yang taat dan senantiasa menyenangkan hati suami.

Saudariku, pernikahan adalah dambaan bagi setiap insan, tidak terkecuali seorang muslimah. Dan menunggu pangeran sholih yang akan menjemputnya menuju mahligai pernikahan yang sakral, bukanlah perjuangan yang ringan. Gelisah, gundah, tanda tanya, harap, cemas, semua membaur menjadi satu. Namun, sekali lagi pernikahan bukanlah ikatan yang dapat dijalin dengan “mau” saja. Untuk menuju pernikahan yang barokah, dibutuhkan bekal-bekal yang benar dan cukup. Jangan sampai kita kehabisan bahan bakar ataupun perbekalan ketikan sedang menyelami lautan pernikahan. Terlebih lagi menyelami lautan pernikahan tanpa membawa bekal, anda akan kelaparan dan kehausan. Jangan sampai anda melupakan peta dan kompas manakala hendak menjelajahi belantara pernikahan.

Saudariku, rindukanlah sebuah pernikahan sakinah, mawaddah, warrohmah. Rindukanlah seorang pendamping hidup yang akan membawa ikatan pernikahan mulia di dunia dan akhirat. Dan tidaklah sebuah pernikahan akan sakinah, mawaddah, warrohmah, melainkan dengan kita memperjuangkannya di jalan yang diridhoi oleh Allah, melainkan kita masuki pintu pernikahan tersebut dengan menyebut asma Allah. Dan tidaklah senuah pernikahan akan sakinah, mawaddah, warrohmah, kecuali kita menjalankannya dengan bekal yang cukup, dengan bekal yang benar. Allah, adalah pangkal tolak dan arah melangkah kita dalam menanti dan mengemudikan sebuah pernikahan.

Pernikahan yang barokah adalah pernikahan yang dilandasi dengan nilai-nilai iman dan takwa. Hanya pernikahan yang barokahlah yang akan memberikan kebagiaan dunia dan akhirat. Pernikahan dibawah naungan islam, pernikahan dibawah naungan Allah adalah pernikahan yang menjadi dambaan orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Tiga langkah di atas merupakan secuil ikhtiar yang jika direalisasikan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keistiqomahan, insya Allah akan menjaga diri kita dari godaan-godaan yang menerpa manakala berada disebuah jalan menuju pernikahan. Dan insya Allah akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat dalam mengaruhi bahtera pernikahan kelak.

fwd: Cantiknya Wanita itu...


Cantiknya seorang wanita itu sebagai GADIS
Bukan karena merah kilauan lipstik
Pada bibir memekar senyuman kosmetik
Tetapi pada kepribadian terpelihara
Kelembutan kesopanan menghiasi jiwa


Cantiknya seorang wanita itu sebagai REMAJA
Tidak pada kulitnya mulus menggebu 
Untuk menggoda pandangan nafsu mata
Tetapi pada kehidupan terjaga
Dari menjadi mangsa dunia

Cantiknya seorang wanita itu sebagai HAWA
Tidak karena bijak meruntuhkan iman kaum Adam
Sehingga turunkan insan ke dunia
Tetapi menjdi pembakar semangat pejuang agama
Menjadi penunjang perjuangan syuhada

Cantiknya seorang wanita itu sebagai ANAK
Tidak menjerat diri pada lembah kedurhakaan
Mengalir mutiara di kelopak mata
Tetapi menjadi penyelamat ibu bapak
Pada hari kebangkitan bermula

Cantiknya seorang wanita itu sebagai ISTERI
Bukan hanya dalam rumahtangga
Tetapi sentiasa bersama
Menempuh badai disisi suami tercinta

Cantiknya seorang wanita itu sebagai MENANTU
Bukan karena kemewahan dimata
Menjadi penghibur hati permata kehidupan

Cantiknya seorang wanita itu sebagai IBU
Bukan terletak pada kebangkitan anak
Tetapi dibawah lembayung kejayaan
Membuai anak dikala suami menjalin impian

Cantiknya seorang wanita itu sebagai MERTUA
Tidak karena berjaya menjadi permaisuri istana
Tetapi jalinan kasih sayang
Tulus hati membagi kasih setara pada semua

Cantiknya seorang wanita itu sebagai NENEK
Bukan memberi harta dunia
Sehingga generasi lupa
Tetapi menjadi pada pembimbing
Menjaring teladan para anbiya pada anak bangsa

Cantiknya seorang wanita itu sebagai WARGANEGARA
Bukan karena menyandang puncak dunia
Tetapi bijak menangkis rintangan
Peka membela nasib dan harkat negara
Menjadi tulang belakang keteguhan semua

Cantiknya wanita itu sebagai INTELEKTUALIS
Bukan karena menjadi sebutan
Sehingga menjulang keegoan
Tetapi dalam mencari ilmu
Menyala obor mewangi setinggi profesi

Cantiknya wanita itu sebagai MUSLIMAH
Bukan karena keindahan paras rupa
Sehingga menjadi fitnah
Tetapi berpegang Akidah Solehah
Dibalik tirai jiwa
Menggenggam rindu kekasih pasrah di atas sajadah
Mengharap keridhaan kehidupan dunia akherat

fwd: Azab Bagi Wanita (tlg ingatkan kpd semua kaum perempuan yg kamu kenal)

Seorang kawan ana telah memberi artikel ini kpd ana untuk sampaikan kepada kaum hawa. Apabila ana baca artikel ini,ana takut jika ana berada di tempat salah satu di bawah ini..
Kepada kaum hawa,terlalu byk ujian bagi kaum hawa.Semoga artikel ini bermanfaat buat kamu.
Buat kaum adam,kamu juga pasti tidak mahu orang yang kamu syg menghadapi salah satu siksaan di bawah ini.
Harap artikel ini dapat disampaikan kepada org lain.INSYAALLAH.

khususnya untuk para wanita dan diri sendiri.....
Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah . Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.

Beliau menjawab, "Pada malam aku di-isra'- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya."Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantang kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?

*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.


*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.


*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalk! annya dan tidak mau mandi junub.

* Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta.. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.

  "Mendengar itu,Sayidina Ali dan Fat imah Az-Zahra pun turut menangis.

Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

sampai2kan kpd kwn2 kita yg lain..insyaALLAH

Monday, September 6, 2010

fwd: " TABARRUJ " di facebook

peringatan untuk semua pencinta Islam...
janganlah dedahkan kecantikanmu yang hanya akan merosakkan hati sebahagian saudara2mu.
sayangilah islam dgn mematuhi ajarannya...

Facebook merupakan laman sosial kegilaan ramai buat masa kini. Cukup aneh untuk berjumpa dengan seseorang yang tidak mempunyai sekurang-kurangnya sebuah akaun facebook. Namun di sebalik penggunaan facebook ini, tanpa kita sedari pelbagai dosa berlaku di kalangan pengguna. Ustaz Zaharudin ada mengulas mengenai dosa-dosa & facebook, bagaimanapun saya ingin menfokuskan pada salah satu point yang diberi beliau iaitu 'terlebih gambar'. Sikap suka menunjuk-nunjuk gambar boleh dikaitkan dengan tabarruj, iaitu suatu dosa yang dianggap remeh oleh masyarakat kita. Apakah itu tabarruj? Suatu persoalan yang perlu dihurai lanjut.

 TABARRUJ ialah mendedahkan kecantikan rupa paras sama ada kecantikan itu di bahagian muka atau di anggota-anggota badan yang lain. Al-Bukhari rahmatullah 'alaihi ada berkata:
“tabarruj, iaitu seorang wanita yang memperlihatkan kecantikan rupa parasnya”.

Untuk menjaga masyarakat daripada bahaya pendedahan ‘aurat dan disamping menjaga kehormatan wanita dari sebarang pencerobohan, maka dengan yang demikian Allah melarang setiap wanita yang berakal lagi telah baligh dari bertabarruj. Allah s.w.t telah berfirman dalam surah an-Nur ayat 31 yang bermaksud:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang bisa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dadanya, dan jangan menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, putera-putera lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang ‘aurat wanita. Dan jangalah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka.Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Dengan ini jelas bahawa sebarang corak perhiasan di anggota badan atau di pakaian, adalah boleh membawa fitnah. Dengan inilah Allah melarang bermake-up. Larangan seperti ini hanya sanggup ditaati oleh wanita-wanita yang beriman sahaja kerana takut kepada kemurkaan Allah dan seksaan dari-NYA. Berikut pula mari kita renungi firman Allah khasnya yang ditujukan kepada isteri-isteri Rasulullah s.a.w yang bermaksud:
 
“Hai isteri-isteri Nabi(a.s), kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kau bertaqwa. Kerana itu janganlah kamu terlalu lunak dalam bicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada perasaan serong di dalam hatinya, tetapi ucaplah perkataan yang baik.” (Al-ahzab: 32)

Daripada ayat ini dapatlah difahamkan bahawa suara lemah lembut adalah sebahagian daripada ‘aurat wanita juga.Kembali lagi kita kepada jenis alat-alat make-up. Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:

“Andainya wanita keluar dari rumah serta memakai bau-bauan, maka dia sudah dianggap melakukan perzinaan”
Penggunaan wangi-wangian sembur atau jenis jenis bauan bagi kaum wanita diwaktu keluar dari rumah adalah dilarang, kerana syari’at Islam, apabila melarang perzinaan, maka segala sumber-sumber dan cirri-ciri yang membawa kepada perbuatan keji tadi semuanya juga dilarang.

Ummu salamah ada menceritakan, maksudnya begini:
“ Asma’ binti Abu Bakar telah menziarahi Rasulullah s.a.w pada suatu hari dengan pakaian yang nipis. Lantas Rasulullah.s.a.w menasihatinya dengan bersabda yang maksudnya :“ Wahai Asma’, sesungguhnya seseorang gadis yang telah berhaidh (baligh), tidak harus baginya menzahirkan anggota badan, kecuali ini dan ini.” Ketika itu, Rasulullah s.a.w mengisyaratkan kepada muka dan kedua tapak tangan.

 Sekarang kita khususkan konsep tabarruj ke dalam penggunaan facebook. Jenguklah sebentar ke laman facebook dan lihatlah bertapa ramai muslimah tanpa segan silu meletakkan gambar-gambar memperlihatkan kecantikan masing-masing dengan pelbagai aksi. Macam-macam gaya ditunjukkan, ada yang menunjukkan peace, ada yang membeliakkan mata, memuncungkan mulut dan sebagainya. Apabila bila ditanya apakah motif memperlihatkan gambar sedemikian rupa? Rata-rata akan menjawab sekadar berkongsi kegembiraan, pengalaman dan sebagainya. Namun tidakkah dapat kita berfikir sejenak, memperlihatkan gambar tersebut boleh mendatangkan pelbagai respon dan persepsi ramai. Terutamanya kepada kaum berlawanan, gambar tersebut dapat mendatangkan keghairahan. Jikalah kaum hawa mengetahui apakah kaum adam berkata sesama sendiri mengenai gambar tersebut, nescaya mereka tidak akan meletak gambar sedemikian rupa lagi!


Islam merupakan agama yang menghendaki kita bersederhana. Janganlah berlebih-lebihan meletak gambar, seolah-olah saling berlawan siapakah memiliki paling banyak gambar. Jika tersangat beringinan untuk menunjukkan wajah diri sebagai pengenalan diri, cukuplah sekadar meletak satu gambar dengan syarat gambar tersebut tanpa aksi-aksi tertentu yang mampu menarik perhatian orang luar. Mudah-mudahan kita mampu melawat sifat ingin menunjuk-nunjuk ini. Nah... mulalah berubah. Anda mampu untuk mengatasi penyakit ini!
http://salafus-sholih.blogspot.com/

Sunday, September 5, 2010

fwd: Hukum memliki patung (teddy bear or other)

Para ulama berbeza pandangan mengenai perkara ini. Ini kerana, merujuk sejarah, pada zaman Nabi Sulaiman a.s. dibenarkan kegiatan membuat dan memiliki patung, tetapi pada zaman nabi-nabi lain aitu sebelum dan selepas beliau, patung adalah diharamkan termasuk pada zaman Nabi Nuh a.s. dan pada zaman Nabi Ibrahim a.s. Manakala pada zaman Nabi Muhammad s.a.w. pula diharamkan patung untuk disembah dan dipuja, tetapi diharuskan patung mainan untuk anak-anak.

Para ulama terkenal masakini yang berbeza pandangan mengenai patung ialah Dr. Yusuf al-Qaradawi, Syeikh Gadul Haq Ali Gadul Haq, Syeikh Atia Saqr dan Dr. Mohammad Amarah.

Mengenai hukum orang Islam memiliki patung, al-Qaradawi di dalam "Fatawa Muasirah" berkata Islam mengharamkannya, sama ada patung manusia mahupun patung binatang. Pengharaman itu menjadi lebih kuat jika patung itu merupakan makhluk yang disanjung tinggi seperti raja, nabi sepertimana Nabi Isa a.s. di kalangan orang Kristian dan lembu di kalangan orang Hindu. Menurut beliau, ada satu jenis patung saja yang diharuskan oleh Islam untuk dimiliki, iaitu patung mainan anak-anak. Ini berdasarkan kepada hadis Rasulullah s.a.w. yang menceritakan bahawa isteribaginda yang masih kecil, Aisyah cenderung dan suka bermain patung.

Syeikh Gadul Haq, Bekas Syeikh al-Azhar, mempunyai pendapat yang sama dengan al-Qaradawi. Beliau membenarkan patung untuk pendidikan seperti patung mainan anak-anak danberpendapat harus hukumnya bagi patung separuh tubuh dan mudah rosak yang diperbuatkan daripada tepung (atau bahan-bahan lembut seperti plastesin dll).

Syeikh Atia Saqr dalam fatwanya, membolehkan patung mainan anak-anak, patung cepat rosak dan patung separuh badan. Selain itu patung yang tiada salah satu anggota badan yang penting seperti kepala juga boleh dimiliki orang Islam,tetapi hukumnya adalah makruh. (Kepala merupakan anggota penting bagi tubuh. Manakala kaki tidak penting, kerana manusia masih mampu hidup tanpanya).

Menurut Syeikh Saqr, Imam Malik menganggap harus hukumnya memiliki patung yang lengkap seperti seorang manusia, tetapi dengan syarat ia berlubang walaupun sangat kecil. (untuk mencacatkannya). Manakala Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad mengenakan syarat patung lengkap itu mesti mempunyai lubang yang besar. Ini termasuk juga patung mannequin yang digunakan untuk mempamerkan pakaian di butik-butik dan gedung-gedung pakaian.

Dr. Amarah dalam fatwanya berkata, hukum syarak tentang hak pemilikan patung adalah merujuk kepada al-Quran. Pertama, patung dianggap termasuk daripada nikmat Allah yang dikurniakan kepada Nabi Sulaiman. Patung pada zaman Nabi Sulaiman tidak disembah dan tidak dianggap berbahaya terhadap akidah tauhid.

Allah berfirman: Dan (Kami mudahkan) bagi Nabi Sulaiman angin yang kencang tiupannya, bertiup menurut kehendaknya ke negeri yang Kami limpahi berkat padanya; dan adalah Kami mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. Golongan jin itu membuat untuk Nabi Sulaiman apa yang ia kehendaki dari bangunan-bangunan yang tinggi, dan patung-patung, dan pinggan-pinggan hidangan yang besar seperti kolam, serta periuk-periuk besar yang tetap di atas tungkunya. (Setelah itu Kami perintahkan): "Beramallah kamu wahai keluarga Daud untuk bersyukur!'' Dan sememangnya sedikit sekali di antara hamba-hambaKu yang bersyukur. (sabar'34: 12-13)

Kedua, patung yang dianggap berhala yang disembah pada zaman Nabi Ibrahim a.s. dan zaman nabi-nabi lain. Pada zaman-zaman ini patung dimusnahkan seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan pada zaman Nabi Muhammad s.a.w. Oleh itu kata Dr. Amarah, hukum mengenai patung adalah dilihat pada matlamat penggunaannya. Apakah ia merupakan hiasan yang termasuk daripada nikmat Allah ataupun ia merupakan sembahan seperti berhala?

Menurut Dr. Amarah, seorang ulama dari Mazhab Maliki, Imam Ahmad Idris al-Qarafi, merupakan seorang yang pandai mengukir patung untuk kegunaan raja. Beliau mencipta patung yang menggunakan teknik pembakaran lilin bertujuan untuk mengejutkan raja ketika azan subuh.

Secara dasarnya, ulama bersepakat bahawa patung dianggap harus jika ada faedah seperti untuk mainan anak-anak dan dan dianggap haram jika digunakan untuk penyembahan.