Showing posts with label Mutiara Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Mutiara Hikmah. Show all posts
Sunday, June 3, 2012
Thursday, January 6, 2011
fwd: Aku TIDAK layak untuk AL-JANNAH MU.. TETAPI aku TIDAK SANGGUP MENANGGUNG SEKSA NERAKAMU
Adakah KITA LAYAK untuk SYURGANYA?
Assalammualaikum..
Solat dhuha cuma dua rakaat,
Qiamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat,
itu pun sambil tersenguk-senguk.
Solat lima waktu?
Sudahlah jarang ke masjid,
Ayatnya yang dipilih pendek-pendek pula...
Tanpa doa, dan puji bagi Allah,
Dilipatlah sajadah yang masih baru itu.
Lupa pula dengan solat rawatib sebelum mahupun sesudah solat wajib.
catatan:
"Kalau tidak terlambat"
atau
"Asal tidak bangun sebelum subuh".
Dengan model solat seperti ini, apakah aku LAYAK untuk SYURGAMU Ya ALLAH?
Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malam mereka....
dengan derai tangisan memohon keampunan kepada Allah.
Kaki-kaki mereka bengkak
dek terlalu lama berdiri dalam khusyukNya.
Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap ....
Allah Yang Maha Mendengar mahu mendengarkan keluh mereka.
Ketika azan berkumandang,
segera para sahabat meninggalkan semua aktiviti ....
menyahut seruan ILAHI,
kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh....
di atas sajadah-sajadah penuh titisan air mata.
Baca Quran sesempatnya,
tanpa memahami erti dan maknanya,
apalagi mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya.
Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini
tak sedikit pun membuat dada ini bergetar,
Padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah .....
ketika dibacakan ayat-ayat Allah
maka tergetarlah hatinya.
Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari,
itu pun tidak rutin.
Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas.
Padahal...
Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka ...
untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah.
Sesekali mereka terhenti, .......
tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam ....
dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya.
Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan titisan air mata.
Setiap titis yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahawa mereka jatuh kerana....
lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi..
Bersedekah jarang,
begitu juga infak.
Kalau pun ada,
itu pun "memilih" syiling yang ada di dalam kocek.
Berbuat baik terhadap sesama manusia juga jarang,
SEKIRANYA ada kegiatan bakti sosial,
yang ada hanyalah PENGIKUT SERTA bukannya PENDERMA.
Sudahlah jarang beramal,
amal yang paling mudah pun masih dilengeh-lengahkan seperti SENYUM.. SUSAH ke nak senyum?;)
Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui,
senyuman baginda indahnya,
tutur bicaranya lembut,
belaian kasih dan perhatiannya tidak berbelah bahagi,
juga pembelaannya bukan semata miliki Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain.
Juga bukan untuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya.
Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpai baginda, ...
bahkan kepada musuhnya sekalipun.
Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlumba-lumba
beramal soleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.
Adakah PANTAS hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?
Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya
kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak.
Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula.
Tak inginkah kita menjadi sebahagian kelompok yang dicintai Allah itu?
Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?
Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat.
Terhadap orang tua kurang ajar,
sering membantah,
sering membuat kesal hati mereka,
apalah lagi mendoakan mereka,
mungkin tidak pernah.
Padahal mereka tak PERLU apa-apa pun ...
selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang dibesarkann ......
dengan segenap cinta.
Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah.
Orang-orang seperti kita ini, adakah LAYAK untuk SYURGA Mu Ya Allah?
Keredhaan-Nya bergantung kepada keredhaan ibu bapa terhadap anaknya
Telapak kaki ibu lah semulia-mulianya kerana SYURGA itu di bawah tapak kaki IBU.
Bukankah Rasulullah yang tak ber-ibu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu,
bahkan tiga kali baginda menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah?
Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat ......
masih boleh mengucup tangan ibu yang lembut?
kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan?
Karena begitu banyak orang-orang yang tidak lagi mendapatkan peluang seperti itu.
Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu...
hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka?
Jangan tunggu penyesalan. .....
Bagaimanakah sikap kita ketika bersimpuh di pangkuan orang tua ....
ketika AidilFitri yang baru berlalu ....?
Apakah hari itu....
hanya hari biasa yang dibiarkan berlalu tanpa makna...?
Apakah siang harinya....
kita sudah mengantuk....
dan akhirnya tertidur lelap...?
Apakah kita merasa sulit tuk menitiskan air mata...?
atau bahkan kita menganggap menyusahkan......?
sampai sekeras itukah hati kita....?
Ya... Allah ..... ya Rabbku......
jangan Kau paling hati kami menjadi hati yg keras......,
sehingga menitiskan air matapun susah.......
merasa bersih......
merasa suci....
merasa tak bersalah dan .....
merasa tidak memerlukan orang lain......
Padahal dibalik cermin masa depan yang kami banggakan.....
terlukis bayang hampa tanpa makna.....
dan kebahagiaan semu penuh ragu.....
Astaghfirullah ......
Yaa Allah...ampunilah segenap khilaf kami..
Assalammualaikum..
Solat dhuha cuma dua rakaat,
Qiamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat,
itu pun sambil tersenguk-senguk.
Solat lima waktu?
Sudahlah jarang ke masjid,
Ayatnya yang dipilih pendek-pendek pula...
Tanpa doa, dan puji bagi Allah,
Dilipatlah sajadah yang masih baru itu.
Lupa pula dengan solat rawatib sebelum mahupun sesudah solat wajib.
catatan:
"Kalau tidak terlambat"
atau
"Asal tidak bangun sebelum subuh".
Dengan model solat seperti ini, apakah aku LAYAK untuk SYURGAMU Ya ALLAH?
Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malam mereka....
dengan derai tangisan memohon keampunan kepada Allah.
Kaki-kaki mereka bengkak
dek terlalu lama berdiri dalam khusyukNya.
Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap ....
Allah Yang Maha Mendengar mahu mendengarkan keluh mereka.
Ketika azan berkumandang,
segera para sahabat meninggalkan semua aktiviti ....
menyahut seruan ILAHI,
kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh....
di atas sajadah-sajadah penuh titisan air mata.
Baca Quran sesempatnya,
tanpa memahami erti dan maknanya,
apalagi mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya.
Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini
tak sedikit pun membuat dada ini bergetar,
Padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah .....
ketika dibacakan ayat-ayat Allah
maka tergetarlah hatinya.
Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari,
itu pun tidak rutin.
Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas.
Padahal...
Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka ...
untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah.
Sesekali mereka terhenti, .......
tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam ....
dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya.
Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan titisan air mata.
Setiap titis yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahawa mereka jatuh kerana....
lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi..
Bersedekah jarang,
begitu juga infak.
Kalau pun ada,
itu pun "memilih" syiling yang ada di dalam kocek.
Berbuat baik terhadap sesama manusia juga jarang,
SEKIRANYA ada kegiatan bakti sosial,
yang ada hanyalah PENGIKUT SERTA bukannya PENDERMA.
Sudahlah jarang beramal,
amal yang paling mudah pun masih dilengeh-lengahkan seperti SENYUM.. SUSAH ke nak senyum?;)
Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui,
senyuman baginda indahnya,
tutur bicaranya lembut,
belaian kasih dan perhatiannya tidak berbelah bahagi,
juga pembelaannya bukan semata miliki Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain.
Juga bukan untuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya.
Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpai baginda, ...
bahkan kepada musuhnya sekalipun.
Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlumba-lumba
beramal soleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.
Adakah PANTAS hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?
Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya
kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak.
Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula.
Tak inginkah kita menjadi sebahagian kelompok yang dicintai Allah itu?
Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?
Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat.
Terhadap orang tua kurang ajar,
sering membantah,
sering membuat kesal hati mereka,
apalah lagi mendoakan mereka,
mungkin tidak pernah.
Padahal mereka tak PERLU apa-apa pun ...
selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang dibesarkann ......
dengan segenap cinta.
Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah.
Orang-orang seperti kita ini, adakah LAYAK untuk SYURGA Mu Ya Allah?
Keredhaan-Nya bergantung kepada keredhaan ibu bapa terhadap anaknya
Telapak kaki ibu lah semulia-mulianya kerana SYURGA itu di bawah tapak kaki IBU.
Bukankah Rasulullah yang tak ber-ibu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu,
bahkan tiga kali baginda menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah?
Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat ......
masih boleh mengucup tangan ibu yang lembut?
kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan?
Karena begitu banyak orang-orang yang tidak lagi mendapatkan peluang seperti itu.
Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu...
hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka?
Jangan tunggu penyesalan. .....
Bagaimanakah sikap kita ketika bersimpuh di pangkuan orang tua ....
ketika AidilFitri yang baru berlalu ....?
Apakah hari itu....
hanya hari biasa yang dibiarkan berlalu tanpa makna...?
Apakah siang harinya....
kita sudah mengantuk....
dan akhirnya tertidur lelap...?
Apakah kita merasa sulit tuk menitiskan air mata...?
atau bahkan kita menganggap menyusahkan......?
sampai sekeras itukah hati kita....?
Ya... Allah ..... ya Rabbku......
jangan Kau paling hati kami menjadi hati yg keras......,
sehingga menitiskan air matapun susah.......
merasa bersih......
merasa suci....
merasa tak bersalah dan .....
merasa tidak memerlukan orang lain......
Padahal dibalik cermin masa depan yang kami banggakan.....
terlukis bayang hampa tanpa makna.....
dan kebahagiaan semu penuh ragu.....
Astaghfirullah ......
Yaa Allah...ampunilah segenap khilaf kami..
Wednesday, January 5, 2011
fwd: Saya sayang kamu. Maka saya hendak kamu sentiasa dijalan-Nya~~
BILA CERITA MENGENAI SAHABAT NI...MACAM2 CERITA YANG KITA JUMPA..walau ap keaadaan yang kita jumpa namun..........ushakanlan untuk mncari sahabat y bisa membawa kita kejalan yang mndekATkan diri kita dengan ALLAH......kalau trjumpa sahabat yang banyak bg racun pada kita balas lan dengan madu,..tempuhi ujian persahabat dengan sabar...oklah kat bawah ni ad sikit cerita atau pngajaran sangat menarik...agak2nya memang susah nak cari sahabt cam kat bawah ni ..tapi kalau tak jumpa ,ap kata kita yang mulakan mnjadi yang terbaik buat sahabat kita..........
apa pun bersangka baik lah dengan sahabat terutama sahabat yang benar2 mnyayangi dirimu....jom2 baca citer ni..""::^_^~~~
Sahabat, Saya sayang kamu!
Pernah saya ungkapkan padanya,
“Hei. Saya sayang kamu. Maka saya hendak kamu sentiasa dijalan-Nya. Untuk menegur kamu sekiranya tersilap arah, tak perlu saya untuk minta kebenaran darimu. Sepertimana saya sayang padamu kerana ALLAh, maka kerana ALLAh saya menegurmu.”
Pernah saya bisikkan dari jauh padanya,
“Hendak berjiran dengan kamu di syurga. Kamu sudi tak? Saya nak sayang kamu di dunia, dan sampailah akhirat. Kalau ALLAh izinkan saya masuk syurga, maka saya hendak kamu ada di dalamnya. Boleh tak?”
Dia menjawab,
“Saya tak layak. Saya bukan seorang hamba yang baik!”
Saya tepuk bahunya dari kejauhan,
“Hei, mari sini. ALLAh masih pinjamkan umur. Masih belum terlambat untuk kamu dan saya berusaha bersama-sama.”
Matanya bergenang,
“Saya sayang kamu, sahabatku!”
Saya senyum padanya dari kejauhan,
“Dan saya lebih menyayangi kamu. Ingat ni~”
Saya mendekat padanya dari kejauhan,
“Psst! Kalau saya diizinkan masuk syurga, saya nak kita melangkah ke dalamnya bersama-sama. InshaALLAh, mesti seronok kan! Tapi kalau ALLAh takdirkan neraka tempat saya. Saya minta sesuatu boleh? Kamu palingkan wajah kamu dari melihat saya pada hari itu, ya? Jangan berpaling untuk saya. Saya tak mahu kamu sedih melihat saya..”
Saya tertunduk dihadapan Yang Esa,
“Ya ALLAh, berikanlah kekuatan dan ketabahan serta kesabaran iman kepada sahabatku untuk menjalani hidupnya semasa di dunia. Jadikan dia daripada golongan hamba yang Kau redhai. Peluklah dirinya ya ALLAh dengan kehangatan kasih kepada-Mu. Ikat hatinya dengan tali agamamu! Jangan Engkau pernah biarkan dia merasa sendiri kekosongan tanpa hidayah-Mu. Dengarkanlah doa hamba yang faqir ini, ya Dzal Jalali Wal Iqram!”
Tiba-tiba tiba ‘SMS’ darinya,
“Saya rindu kamu…~”
Dan saya membiarkan rindu itu dibalas sendiri oleh ALLAh Azza Wa Jalla.
Sungguh saya sayang pada sahabat saya. Dan sungguh saya ingin sentiasa dia berada dalam pelukan Ilahi.
Hei kamu, yang merasakan saya adalah sahabat kamu,
Saya sayang pada kamu
Saya ingin bersahabat dengan kamu
Di dunia sampai akhirat
Sudikah kamu menjadi sahabat saya?
Maka genggamlah tangan saya
Saya akan pastikan genggaman ini tidak akan terbuka
Sehingga waktu ALLAh menentukan
Dan boleh tidak kita perbaharui persahabatan ini?
Biar kita sama-sama melakukan amalan yang istiqamah pada-Nya
Malah mungkin kamu lebih dariku dalam hal itu
Memperbaharui persahabatan yang satu ini
Dengan disaluti keimanan
Ya, keimanan!
apa pun bersangka baik lah dengan sahabat terutama sahabat yang benar2 mnyayangi dirimu....jom2 baca citer ni..""::^_^~~~
Sahabat, Saya sayang kamu!
Pernah saya ungkapkan padanya,
“Hei. Saya sayang kamu. Maka saya hendak kamu sentiasa dijalan-Nya. Untuk menegur kamu sekiranya tersilap arah, tak perlu saya untuk minta kebenaran darimu. Sepertimana saya sayang padamu kerana ALLAh, maka kerana ALLAh saya menegurmu.”
Pernah saya bisikkan dari jauh padanya,
“Hendak berjiran dengan kamu di syurga. Kamu sudi tak? Saya nak sayang kamu di dunia, dan sampailah akhirat. Kalau ALLAh izinkan saya masuk syurga, maka saya hendak kamu ada di dalamnya. Boleh tak?”
Dia menjawab,
“Saya tak layak. Saya bukan seorang hamba yang baik!”
Saya tepuk bahunya dari kejauhan,
“Hei, mari sini. ALLAh masih pinjamkan umur. Masih belum terlambat untuk kamu dan saya berusaha bersama-sama.”
Matanya bergenang,
“Saya sayang kamu, sahabatku!”
Saya senyum padanya dari kejauhan,
“Dan saya lebih menyayangi kamu. Ingat ni~”
Saya mendekat padanya dari kejauhan,
“Psst! Kalau saya diizinkan masuk syurga, saya nak kita melangkah ke dalamnya bersama-sama. InshaALLAh, mesti seronok kan! Tapi kalau ALLAh takdirkan neraka tempat saya. Saya minta sesuatu boleh? Kamu palingkan wajah kamu dari melihat saya pada hari itu, ya? Jangan berpaling untuk saya. Saya tak mahu kamu sedih melihat saya..”
Saya tertunduk dihadapan Yang Esa,
“Ya ALLAh, berikanlah kekuatan dan ketabahan serta kesabaran iman kepada sahabatku untuk menjalani hidupnya semasa di dunia. Jadikan dia daripada golongan hamba yang Kau redhai. Peluklah dirinya ya ALLAh dengan kehangatan kasih kepada-Mu. Ikat hatinya dengan tali agamamu! Jangan Engkau pernah biarkan dia merasa sendiri kekosongan tanpa hidayah-Mu. Dengarkanlah doa hamba yang faqir ini, ya Dzal Jalali Wal Iqram!”
Tiba-tiba tiba ‘SMS’ darinya,
“Saya rindu kamu…~”
Dan saya membiarkan rindu itu dibalas sendiri oleh ALLAh Azza Wa Jalla.
Sungguh saya sayang pada sahabat saya. Dan sungguh saya ingin sentiasa dia berada dalam pelukan Ilahi.
Hei kamu, yang merasakan saya adalah sahabat kamu,
Saya sayang pada kamu
Saya ingin bersahabat dengan kamu
Di dunia sampai akhirat
Sudikah kamu menjadi sahabat saya?
Maka genggamlah tangan saya
Saya akan pastikan genggaman ini tidak akan terbuka
Sehingga waktu ALLAh menentukan
Dan boleh tidak kita perbaharui persahabatan ini?
Biar kita sama-sama melakukan amalan yang istiqamah pada-Nya
Malah mungkin kamu lebih dariku dalam hal itu
Memperbaharui persahabatan yang satu ini
Dengan disaluti keimanan
Ya, keimanan!
Wednesday, December 8, 2010
fwd: " Aku Ingin Mencintaimu "
♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥
Aku ingin mencintaimu karena sifatmu yang ceria
menjadi semangat yang menyala di dalam hati ini
tapi kemudian aku bertanya
bila keceriaan itu kelam dirundung duka
seberapa muram cintaku kan ada?
Aku ingin mencintaimu karena ramah hatimu
memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu
tapi kemudian aku bertanya
kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka
seberapa mampu cintaku memendam praduga?
Aku ingin mencintaimu karena cerdasnya dirimu
membuatku yakin pada putusanmu
tapi kemudian aku bertanya
ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua
seberapa bijak cintaku tuk tetap mengharapmu?
Aku ingin mencintaimu karena kemandirian yang kau miliki
menyematkan rasa bangga ku yang mengenalmu
tapi kemudian aku bertanya
jika di tengah itu rasa manjamu tiba menyeruak
seberapa cintaku tetap bersamamu?
Aku ingin mencintaimu karena tegarnya sikapmu
menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu
tapi kemudian aku bertanya
andai ketegaran itu rapuh diterpa badai
seberapa kuat cintaku bertahan?
Aku ingin mencintaimu karena pengertian yang kau berikan
menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang kau tanam
tapi kemudian aku bertanya
kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat
seberapa ku mampu mengerti cinta ini?
Aku ingin mencintaimu karena luasnya danau kesabaranmu
menambah dalamnya rasa cinta semakin ku mengenalmu
tapi kemudian aku bertanya
mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku
seberapa besar cinta mampu memaafkan?
Aku ingin mencintaimu karena karena keteguhan imanmu
bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
tapi kemudian aku bertanya kala iman itu jatuh menurun
seberapa berkurang akhirnya cintaku padamu?
Aku ingin mencintaimu karena kau yang tlah kupilih
sebagai cinta yang kan kupegang sepanjang hayat
tapi kemudian aku bertanyapun hati ini tergoncang
seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?
Andai sejuta alasan tak cukup
untuk membuat cinta ini tetap bersama dirimu
maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cintaku..
Aku ingin mencintaimu karena Allah..
karena Dia kan selalu ada tuk menjaga
maka cintaku kan tetap utuh dan setia
hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu
karena cintaku berpulang pada-Nya..
*untuk dia yang ku ingin mencintainya, kata yang ingin kuucap, kupegang dan kupertahankan..
setelah walimatul ursy’..
Bismillahirrahmaanirrahiim.Aku ingin mencintaimu karena Allah..
Subscribe to:
Posts (Atom)
